Pages

Sabtu, 18 Juni 2011

STREET CULTURE IN BALI

Hei ,, hei,, lama nih nggak nge-blog lagi. Setelah resmi jadi mantan siswa SMA dan selesai mengikuti seleksi penerimaan SNMPTN jadi baru sekarang deh bisa nge-posting lagi. Tapi sih sekarang masih sibuk juga cari universitas swasta, yah sekedar jaga-jaga gitu kalau misalkan gak lulus SNMPTN heheee. Well, postingan kali ini membahas tentang “Street Culture in Bali”. Hmm, pasti kalian semua nanya kenapa sih mengangkat tema tersebut sebagai postinganan?? Ayoo ngaku dehh?? Penasarankan?? Bilang aja?? Gak usah malu-malu?? #jiaahh maksa banget sih. Waktu itu sih iseng-iseng aja ngebaca artikel-artikel koran. Buka sana-sini, ngebolak-balik Koran dari depan kebelakang, belakang kedepan, atas-bawah, samping kiri-kanan, bahkan sampai korannya terbalik pula #halahh mulai deh ngaconya. Eh,tapi tiba-tiba mataku tetuju pada salah satu artikel. Ya itu dia artikel Street Culture in Bali. Sumber artikel tersebut juga berasal dari seorang DJ(Disk Jockey) loh. Wah, wah kalau kalian mengira seorang DJ hanya bisa berhura-hura di Clubbing (dunia malam) kayaknya kalian harus membuang pikiran itu jauh-jauh deh. Buktinya bahkan seorang DJ pun bisa membuat artikel yang tak kalah bagusnya kok. Nih, aku kasih deh beberapa potongan artikel tersebut supaya kalian juga bisa baca. Tetap stay yooo….


Siapa sih yang kagak tau breakdance?Hip hop music?Rapper?DJ?Graffiti?Sneaker?BMX? Yaaa… sebuah style anak muda yang cool abis deh. Bali yang sangat muktyculture, tentunya sangat memudahkan budaya-budaya dari luar untuk berkembang.
Berdasarkan berbagai sumber yang aku dapat hingga saat ini, beberapa jenis dan klasifikasi Street Culture yang tengah berkembang di Bali diantaranya yaitu :
- Street Music (Rapping, DJ, Hip Hop Music)
- Street Art (Graffiti artwork, Stencil graffiti, Sticker art, Weatpasting and street poster art, Video projection, Art intervention, Guerrilla art, Flash mobbing and Street installations)
- Street Sport (Streetball, Skateboard, BMX)
- Street dance(Breakdance, B-boy, B-girl, Hip Hop Dance)
- Street Fashion Style (Distro/Distribution Outlet)
Tapi walaupun begitu sebenarnya kita pun punya Local Street Culture lho yang juga ngak kalah potensialnya untuk menjadi pop culture, misalnya aja pengamen jalanan, yang semakin kreatiif dengan genre music indie. Pokoknya masih banyak lagi aktivitas di jalanan yang sayangnya malah membuat kita sedikit kurang nyaman. Well, semoga aja suatu saat kelak local street culture kita pun mendapat pengakuan sebagai lifestyle anak muda masa depan ya ^_^. (DJ Jackson)



Nah, itu tadi merupakan beberapa cuplikan, ringkasan, potongan, editan, haalaahh pokoknya apa aja lah mengenai Street Culture in Bali. Kalau boleh dibilang sih, saya sendiri lebih tertarik dengan Street Art-nya especially, Video Projection. Mengapa demikian?? Hayoo, penasaran lagi kan??. Yah, dikarenakan saya sendiri juga suka mengedit video-video maupun foto-foto yang nantinya akan dijadikan sebuah video berjalan. Yahh, walaupun sih masih dalam taraf yang rendah getoo (emang kita naek angkot apa sampai harus bayar “taraf”?? Loh, tarif kalee maksudnya heheee maap yah mas/mbak).
Wokeyyy sampai sini dulu postingannya yoo,, Don’t Cry yahh aku tinggalin.. hahaaaa pisss ^o^.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More