INTRODUCTION
Ehemm,, sejauh ini aku belum memperkenalkan diriku. Wokeyy namaku Priske Tri Utari lahir tanggal 25 Januari dari seorang ibu yang sudah bersusah payah mengeluarkanku dari rahimnya. Aku juga mempunyai dua orang saudara cowok. Yah, otomatis akulah cewek yang paling dijaga didalam rumah. Udah anak cewek sendiri, anak paling akhir pula. Aku juga mempunyai sahabat-sahabat yang selalu ada untukku. Baik cowok maupun cewek. Pertama, sahabat cowokku namanya Abee. Kita bersahabat dari SMP sampai sekarang ini. Pokoknya dia selalu ada deh buatku #thanks ya bee !. Sedangkan sahabat cewekku dua orang yaitu Adhe dan Dudu. Sebenarnya si Adhe ini kukenal saat masuk SMA. Jadi yah baru tiga tahun kita bersahabat. But, walaupun begitu dialah yang paling pengertian terhadapku berhubung bulan lahir kami sama “januari” getooo #apa hubunganya yah??. Sedangkan Dudu, kami berteman sejak TK sampai SD. Tapi sewaktu SMP dia bersekolah di Jawa. Menyebalkan sekali ketika tau dia mau pergi. Otomatis dia kan pergi meninggalkanku, mana gak ngajak—ngajak lagi. Yah, tapi memang namanya sahabat sejati gak bakalan lari kemana deh. Saat mau masuk SMA dia pindah kesini lagi. Jadilah kami bersahabat lagi sama seperti dulu. Sahabatku yang satu ini top care banget deh sama aku. Pokoknya kalau aku jalan sama sobat-sobatku ini, ku sendiri gak kenal sama yang namanya waktu.
Cerita diatas tadi sebenarnya flash back dari masa-masa SMPku. Yah maklum lah kebiasaan orang. Kalau sudah lulus SD dan akan beranjak ke SMP pasti akan rindu masa-masa SD. Begitu juga jika akan beranjak ke SMA akan rindu masa-masa SMP. Ngomong- ngomong tentang masa SMP satu hal yang kuingat saat itu yaitu my first love #hahayyy yang flash back niieee. Tapi beneran loh kalau ingat masa SMP pasti juga teringat dengan my first love. Dibanding masa SMA sebenarnya aku lebih milih masa SMP. Masa SMP itu kayak nano-nano deh (manis, asem, asin rame rasanya dah). Disamping itu masa SMP banyak suka- dukanya. But don’t worry di part2 selanjutnya ku bakalan bahas tentang masa SMA kok. Bingung nih mau mulai cerita dari mana??? Awal masuk SMP kali yah.
Tahun 2005 merupakan tahun pertama ku menginjakkan kaki di Sekolah Menengah Pertama. Yeaahhh, rasanya seneng buanget bisa selangkah lebih maju kala itu. Seperti biasa sebelum masuk SMP kami dites dulu (perasaan dimana-mana kalau mau masuk sekolah/universitas/kerja dites dulu deh). Yah, saat itu nilai tes yang kudapatkan murni dari hasilku sendiri tanpa bantuan mamaku NB: mamaku seorang guru di SMP yang kumasuki. Jadi orang-orang gak bisa bilang kalau hasil tesku karena domplengan dari mamaku :-p. Setelah lulus tes, selanjutnya MASA ORIENTASI SEKOLAH atau MOS. Ini dia hal yang paling tidak kusuka. Disuruh ini—itu lah pokoknya hal-hal yang gak jelas. Secara pribadi sih kumenentang yang namannya MOS. Buat apa MOS kalau ujung-ujungnya para senior hanya bisa main kekerasan kepada juniornya, bukan memberi contoh yang baik tapi malah sebaliknya. Emang sih melalui MOS mental kita dilatih, tapi gak sampai harus memakai kekerasankan???. Tapi untungnya saat MOS di SMP ini tidak ada yang namanya kekerasan antara senior ke juniornya. Lega rasanya. Tapi yang namanya hubungan antara senior ke junior apalagi senior cowok ke junior cewek pastilah ada “something” khususnya event-event seperti MOS kayak gini. Ya gak sih??? Begitupun juga denganku. Kalau gak sih salah namanya kak Rekson. Gini nih ceritanya. Waktu itu kan jam istirahat, karena bosan didalam kelas terus yah aku keluar kelas duduk sendirian di depan pintu. Eh, tau-taunya ada nih kakak (kak Rekson) datang nyamperin. Seingatku gini dialognya.
“hai de’ boleh kenalan gak??” tanya k’rekson itu. Aku sih diam aja gak ngejawab. Emang udah kebiasaanku kalau ditanya sama orang yang belum dikenal diam aja.
“hmmm, boleh kenalan gak nih??” nih kakak kelas tetap gak nyerah. Ya, aku tetap diam aja gak ngejawab. Tapi tiba-tiba aja ada suara mamaku dari belakang ngampirin, ngancurin usaha perkenalan kak Rekson terhadapku.
“ike, udah makankah?? Sana beli bakso didepan kalau belum??” kata mamaku. Otomatis kak Rekson kaget karena dia baru tau kalau aku adalah anak seorang guru. Pikirku saat itu “untung ada mama”.Cepat-cepat deh dia pergi dengan muka merah, mana diteriakin sama temannya lagi.
“ hukum saja Rekson bu’ na odo-odo anakta’ tadi..!!”
Pengen banget waktu itu ketawa keras tapi kan gak sopan kalau cewek ketawa kayak gitu apalagi ditempat umum #iissshh illpill. Yah itulah cerita saat MOS di masa SMP. Tapi sempat sih setelah masuk sekolah sekitar 2 atau 3 hari kak Rekson tetap berusaha kenalan. Yah, mau di apa lagi kasihan kan kalau kakak kelas dicuekin. Kukenalan aja sama tuh kakak tapi cuma sampai tahap kenalan doank gak sampai tahap pertemanan.



0 komentar:
Posting Komentar